Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

10 Fakta Menarik Dibalik Film Harry Potter



Agan-agan pasti sudah tidak asing lagi dengan film ini yang begitu fenomenal dan mungkin Film Harry Potter ini sudah berakhir, tapi fenomena di baliknya masih terus membuat kita terkagum-kagum bahkan rasanya tidak pernah terpuaskan. Jadi, jika Agan pernah bertanya-tanya di mana dan berapa banyak panggung set yang telah diciptakan untuk membuat cerita ini hidup di depan layar Agan, atau terbuat dari apa sapu terbang di film ini.

Yuk, kita intip fakta menarik dari dunia sihir Harry Potter dan teman-temannya gan



1. Tongkat Ajaib

Setiap tongkat di film Harry Potter dibuat di tempat – termasuk tongkat milik Daniel Radcliffe yang sampai berjumlah 60-70 buah karena aus dipakai selama tujuh film terakhir. Sama seperti di buku, tidak ada dua tongkat yang sama, bahkan tongkat milik si kembar identik Fred dan George Weasley. Meskipun Radcliffe telah memakai beberapa tongkat, sebagian besar tongkat dibuat secara konsisten dengan panjang sekitar 33-38 cm, seperti di buku. Ini berarti justru karakternya yang tumbuh besar dengat tongkat yang sama selama bertahun-tahun pembuatan film. Tongkat Dumbledore yang berdesain rumit juga tetap sama, padahal dulu perusahaan film -dan seluruh dunia- tidak tahu bahwa tongkat tersebut merupakan “The Elder Wand“.



2. Adegan di Aula Besar Hogwarts

Lebih dari 600 seragam sekolah dibuat untuk film Harry Potter. Adegan pertempuran di “Harry Potter and the Deathly Hallows” menjadi adegan dengan jumlah terbesar pembuatan seragam untuk para pemain dan pemain ekstra – bisa dilihat sewaktu finale 400 orang Death Eaters dan Snatchers bergabung dengan 400 orang guru dan murid Hogwarts berkumpul di Aula Besar.



3. Replika Properti Film

Yang terlihat di foto sebenarnya hanya sebagian dari 210.000 koin dibuat untuk adegan Bank Gringotts di dua film terakhir. Artefak lainnya yang juga diduplikasi dalam jumlah banyak adalah salah satunya liontin Salazar Slytherin, yang dibuat sampai 40 replika untuk mengakomodasi adegan Harry dan Ron sewaktu berusaha menghancurkannya.



4. Wajah Populer Harry Potter

Tanda kilat di dahi Harry Potter telah dibuat oleh tim makeup kira-kira sebanyak 5.800 kali. Sekitar 2000 kali tanda tersebut diaplikasikan langsung di wajah Radcliffe, sementara sisanya diaplikasikan di dahi para pemain penggantinya. Meskipun barang properti favorit Radcliffe di film itu adalah kacamatanya, ternyata kacamata tersebut telah diganti sebanyak 160 kali.



5. Busana Dalam Film Harry Potter

Lebih dari 25,000 busana telah digunakan sepanjang film Harry Potter.



6. Naga Gringotts

200 makhluk ajaib telah diciptakan untuk seri film Harry Potter, termasuk naga ini. Aragog, sang Acromantula (laba-laba raksasa) yang ditampilkan dalam film kedua, “Harry Potter and the Chamber of Secret”, memiliki rentang kaki dari 5,48 meter. 250 hewan non-robot telah digunakan dalam film, yang terbesar adalah seekor kuda nil dan yang terkecil adalah kelabang.



7. Shell Cottage

Rumah Bill dan Fleur, di mana Harry, Ron dan Hermione berlindung di film terakhir, 90 persen dikerjakan di Leavesden Studio dan kemudian dipindahkan ke Fresh Water West di Wales. Rumah tersebut diangkut oleh traktor di sepanjang pantai sebelum dibawa menaiki bukit pasir oleh kru. Lokasi itu menjadi lokasi paling sering difoto oleh penggemar. 4.500 keping kerang raksasa dibutuhkan untuk atap pondok, dan bahkan ratusan helai rumput ditanam secara individual ke dalam pasir di bukit sekitarnya. Settingan rumput ini tahan angin pantai berkat 10,9 ton air yang digunakan sebagai beban untuk menahannya.



8. Snape dan Voldemort Bertemu di Rumah Perahu

Ini hanyalah salah satu dari 588 set yang telah dibuat untuk film Harry Potter – produk dari 58 orang staf Departemen Seni. Banyak set telah diciptakan di lahan Leavesden Studio. 80 hektar studio menyediakan hingga 46.500 meter persegi set panggung. Termasuk juga settingan panggung untuk terbang (sapu di film Harry Potter yang dibuat dari titanium untuk pesawat).



9. Kostum dan Topeng

Tentara patung yang digunakan untuk melawan Voldemort di Hogwarts ini hanya sebagian karakter yang mengenakan topeng dalam film. Memang betul, topeng dari Death Eaters-lah yang paling menuntut keterampilan dari para kru. Ini merupakan asil kolaborasi antara Departemen Seni dan Departemen Properti. Semua topeng Death Eaters diukir oleh tim Departemen Seni dan dicetak langsung ke wajah para aktor selama 2,5 menit sampai mengeras. Kemudian Tim Properti menyelesaikannya dengan membuat desain timah secara individual.


10. Ron dan Hermione di Antara Puing-Puing

Adegan ini menampilkan hanya sebagian dari 29 ton puing polistiren yang dibawa oleh 5 buah truk digunakan dalam film Deathly Hallows.






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11171531

Rabu, 26 Oktober 2011

Demi Anak, Seorang Ibu Rela Dahinya di Tatoo :)


Spoiler for picnya:




Karolyne Smith hidup dengan papan iklan permanen di dahinya setelah dia menerima penawaran sebesar USD 10.000,- dari Goldenpalace.com untuk ruang iklan

'Dia butuh uang untuk mengirim putranya Brady ke sebuah sekolah swasta. '

Karolyne berkata, "Saya benar-benar ingin melakukan ini untuk orang lain, tampaknya seperti bodoh untuk dilakukan. Bagi saya, $ 10.000 adalah seperti sejuta dolar. "

"Saya hanya hidup sekali dan saya melakukannya untuk anakku. Ini adalah pengorbanan kecil untuk membangun masa depan yang lebih baik untuk anakku."

Karolyne tidak mengambil keputusan ringan. Dia membicarakan hal itu selama lebih dari tiga minggu dengan pacarnya Jeremy Williams.

Karolyne melelang dahinya di ebay dan langsung menjadi hit mencpai 27.000. Penawaran terakhir mencapai USD 999,99 sebelum akhirnya Goldenplace.com memenangkan dahinya tersebut sebesar $10.000,-.

Melirik kisah sukses tersebut, kini ada beberapa orang lain yang siap menggadaikan dahinya di ebay.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2993798

PEMUDA–PEMUDA SEJATI (Contoh Pemuda Ideal) No SARA



Dengan berat hati harus diakui, kemerosotan masyarakat saat ini paling kentara ditandai dengan kemerosotan mentalitas pemuda-pemudinya. Kita bisa lihat pelaku seks bebas adalah pemuda, pemadat adalah pemuda, pelaku tawuran adalah pemuda, suporter-suporter anarkis adalah pemuda, dan kebanyakan gelandangan adalah pemuda. Simpelnya, hancurnya masyarakat kita digawangi oleh kehancuran para pemudanya. Kebanyakan Pemuda saat ini sudah kehilangan segala-galanya; baik Identitas, Kapasitas, Integritas, maupun Kapabilitas. Alih-alih menjadi Bagian dari solusi malah ternyata menjadi bagian dari masalah!.
Kisah berikut semoga bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita. Kisah ini akan memberi gambaran kepada kita Bagaimana sesunggunya karakteristik ideal dari seorang pemuda. Dari cerita berikut setidaknya kita akan mendapat ibroh tentang Ketaatan kepada Allah Swt, rasa Tanggung Jawab, Kepedulian, serta Persaudaraan. Berikut penggalan kisahnya:

Pada Zaman Khalifah Umar Bin Khattab RA, ada seorang pemuda yang berencana untuk melakukan perjalanan jauh. Dia mempersiapkan segala perbekalannya, termasuk unta yang akan digunakan sebagai kendaraannya.

Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah tempat yang ditumbuhi rumput hijau nan segar. Dia berhenti di tempat itu untuk beristirahat sejenak. Pemuda itu kemudian duduk di bawah pohon. Karena terlalu lelah, akhirnya ia tertidur lelap. Saat ia tidur, tali untanya lepas, sehingga unta itu pergi ke sana ke mari. Akhirnya, unta itu masuk ke kebun yang ada di dekat situ. Unta itu memakan tanam-tanaman dan buah-buahan di dalam kebun. Unta itu juga merusak segala yang dilewatinya.
Penjaga kebun adalah seorang kakek tua. Sang kakek berusaha mengusir unta itu, namun ia tidak bisa. Karena khawatir unta itu akan merusak seluruh kebunnya, sang kakek pun membunuhnya. Ketika bangun, pemuda itu mencari untanya. Ternyata, ia menemukan unta itu telah tergeletak mati dengan leher menganga di dalam kebun.
Pada saat itu, seorang kakek datang. Pemuda itu bertanya, "Siapa yang membunuh unta miliku ini?" sang Kakek lalu menceritakan apa yang telah dilakukan oleh unta itu. Karena kuatir akan merusak seluruh isi kebun, maka sang kakek terpaksa membunuhnya. Mendengar hal itu, sang pemuda tak kuasa menahan amarahnya. Saking emosinya, Serta-merta ia memukul kakek penjaga kebun itu. Naasnya, kakek itu meninggal seketika. Pemuda itu amat menyesal atas apa yang diperbuatnya. Pada saat yang bersamaan, datanglah dua orang pemuda yang merupakan anak dari sang kakek tadi. Mengetahui ayahnya telah tergeletak tidak bernyawa dan disebelahnya berdiri pemuda itu, mereka lalu menangkapnya. Kemudian, keduanya membawa sang pemuda menghadap Amirul Mukminin; Khalifah Umar bin Khattab RA.
Mereka berdua menuntut dilaksanakan qishash (hukum bunuh) kepada pemuda yang telah membunuh ayah mereka. Lalu, Umar bertanya kepada sang pemuda. Pemuda itu mengakui perbuatannya. Ia benar-benar menyesal atas apa yang telah dilakukannya.

Umar lalu berkata, "Aku tidak punya pilihan lain kecuali melaksanakan hukum Allah terhadapmu," sang pemuda dengan lapang dada menerima keputusan tersebut. Ia kemudian meminta kepada Khalifah Umar, agar diberi waktu dua hari untuk pulang ke kampungnya, sehingga dia bisa berpamitan kepada keluarga serta bisa membayar hutang-hutangnya. Umar kemudian berkata, "Hadirkan padaku orang yang menjamin, bahwa kau akan kembali lagi kesini. Jika kau tidak kembali, orang itu yang akan diqishash sebagai ganti dirimu." Pemuda itupun menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, Aku orang asing di negeri ini, aku tidak bisa mendatangkan seorang penjamin."



Salah seorang sahabat mulia, ABU DZAR AL-GHIFARI RA (yang ketika itu usianya terkatagori masih muda) secara kebetulan hadir di majlis tersebut. Beliau kemudian berkata, "Hai Amirul Mukminin, ini kepalaku, aku berikan kepadamu jika pemuda ni tidak datang lagi setelah dua hari." Dengan terkejut, Umar berkata, “Apakah kau yang menjadi penjaminnya, wahai Abu Dzar, sahabat Rasulullah?," "Benar, ya Amirul Mukminin," jawab Abu Dzar lantang.
Pada hari yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan hukuman qishah, orang-orang penasaran menantikan datangnya pemuda itu. SANGAT MENGEJUTKAN! Dari jauh sekonyong-konyong mereka melihat pemuda itu datang dengan memacu kudanya. Sampai akhirnya, dia tiba di tempat pelaksanaan hukuman. Orang-orang memandangnya dengan takjub. Umar bertanya kepada pemuda itu, "Mengapa kau kembali lagi ke sini Anak Muda, padahal kau bisa menyelamatkan diri dari maut?" Pemuda itu menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku datang ke sini agar jangan sampai orang-orang berkata, 'tidak ada lagi pemuda yang menepati janji di kalangan umat Ini'. Dan agar orang-orang tidak mengatakan, 'tidak ada lagi Pemuda sejati nan kesatria yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di kalangan umat ini"
Lalu, Umar melangkah ke arah Abu Dzar Al-Ghiffari dan berkata, "Dan kau wahai Abu Dzar, bagaimana kau bisa mantap menjamin pemuda ini, padahal kau tidak kenal dengan pemuda ini?" Abu Dzar menjawab, "Aku lakukan itu agar orang-orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi Pemuda jantan yang bersedia berkorban untuk saudaranya seiman dalam umat ini."
Mendengar itu semua, dua orang pemuda anak kakek yang terbunuh pun ikut berkata, "Sekarang tiba giliran kami, wahai Amirul Mukminin, kami bersaksi di hadapanmu bahwa pemuda ini telah kami maafkan, dan kami tidak meminta apa pun darinya! Tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf di kala mampu. Ini kami lakukan agar orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi pemuda yang berjiwa besar, yang mau memaafkan saudaranya di kalangan umat ini.”
SUBHANALLAH, Kisah di atas sangat mencengangkan dan penuh pesona. Inilah gambaran tentang pemuda sejati, pemuda-pemuda kaya hati. Ke empat Pemuda dalam kisah di atas menggambarkan kepada kita siapa itu Pemuda Sejati, Pemuda Impian banyak Hati.






less is better,
biasa atau istimewa,
adalah pilihan kita..





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6545065

Perempuan-perempuan di Kelam Malam



sumber : kompas.com


Rangkaian kereta listrik sore melintasi jalur yang tak jauh dari sebuah stasiun di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, membuat gubuk-gubuk kecil beratap terpal biru di sisi kanan-kirinya bergetar dan burung-burung gereja yang semula hinggap di pagar pembatas beterbangan.


Namun, laju kendaraan beroda besi itu tak membuat anak-anak menghentikan permainan. Beberapa perempuan dan laki-laki dewasa yang duduk di bangku-bangku kayu sambil mengobrol juga tak menghentikan pembicaraan, bahkan dari balik tirai sebuah gubuk berdinding tripleks seorang anak tampak tertidur pulas di sebuah dipan kayu.


Bau busuk yang meruap dari tumpukan sampah dan onggokan tinja di sela rel saat angin sedikit kencang berembus juga tak mengusik para pemukim yang sepertinya sedang menikmati jeda dengan bermalas-malasan.




Permukiman itu baru benar-benar "bergerak" setelah kereta terakhir melintas pada pukul 18.20 WIB. Hampir serempak orang-orang berjalan menuju ke tengah jalur kereta. Sejumlah pria mengusung meja dan kursi-kursi kayu yang semula bertumpuk di antara gubuk, beberapa orang membangun tenda-tenda dari terpal biru dan oranye, ada pula yang membangun ruang-ruang kecil dari lembaran tripleks.

Para perempuan bergerak ke arah sama, sebagian dengan menggendong bakul berisi aneka dagangan dan langsung menatanya di atas meja kayu yang telah disiapkan di tengah jalur. Ada minuman ringan, macam-macam kudapan terbungkus plastik, dan beberapa botol arak dari beras.


Di salah satu kios, seorang laki-laki tua, setelah membersihkan kaca lampu petromak dan memasangnya, lantas membuka sebuah koper hitam dan kotak plastik. Isinya ratusan atau mungkin lebih dari seribu kemasan aneka jenis tisu basah, kondom dan obat-obatan.


Laki-laki tua itu kemudian mengaitkan kemasan-kemasan kecil tisu, kondom, dan macam-macam obat pada tali yang dipasang di dinding kios.


Deretan beragam obat kuat, pil kontrasepsi, obat antiinflamasi, serta jenis-jenis antibiotik, seperti Ampicilin, Amoxicilin, Thiamphenicol, dan Penbritin, itu membentuk deretan rapi.


Ketika gelap turun dan separuh barang dagangan lelaki tua itu telah tertata, puluhan laki-laki dan perempuan sudah meramaikan kawasan jalur kereta.


Semakin malam, semakin banyak orang yang datang meski tak ada acara rapat, unjuk rasa, pasar malam, atau pertunjukkan dangdut.


Orang-orang hanya terlihat duduk bergerombol di antara rel, mengerumuni pedagang, atau berbincang-bincang di dalam tenda-tenda terpal berpenerangan minim yang memutar lagu dangdut.


"Jangan salah, di sini mereka bukan hanya duduk-duduk, tetapi saling menaksir dan melakukan negosiasi harga, melakukan transaksi seks," kata pegiat AIDS, Baby Jim Aditya.


Di antara laki-laki dan perempuan beragam usia yang berkerumun di jalur kereta itu ada N, seorang perempuan penjaja seks yang usianya kini 40 tahun.


Perempuan asal Subang yang mengaku telah empat kali menikah dan punya empat anak itu bekerja di kawasan jalur kereta api sejak tahun 2000.


"Tadi, sih, berangkat pakai jaket dan celana panjang, sampai sini langsung dibuka. Memang harus seperti ini, namanya juga kerja beginian," kata perempuan berambut lurus itu.


N, yang mengenakan celana hitam selutut dan kaus merah muda tanpa lengan berkerah rendah, berbincang sambil bersedekap, berusaha menahan dingin udara malam yang sedikit basah.


"Syukur anak-anak sekarang sudah besar. Yang pertama sudah menikah, dua masih STM, seorang lagi kuliah di akademi kebidanan," katanya bangga.


N biasa datang ke kawasan jalur kereta selepas magrib dan baru pulang pada dini hari. N mengaku mendapat cukup banyak penghasilan dari pekerjaannya. Setiap melayani tamu dia dibayar antara Rp70.000 dan Rp100.000. Setiap hari hampir selalu ada tamu yang menggunakan jasanya.


Dia sebenarnya merasa hina dan kotor melakukan pekerjaan ini. Ia beberapa kali pernah mencoba pekerjaan lain, tetapi tak bertahan lama.


"Pernah kerja di salon, tetapi dapatnya cuma sedikit, tidak cukup untuk hidup di sini," katanya. Ia pun kemudian kembali bekerja di jalur kereta.


N akan mengais rupiah di sana sampai semua anaknya menyelesaikan sekolah dan memiliki cukup banyak uang untuk menikmati masa tua sambil "menyucikan" diri di kampung halaman.


N tahu pekerjaannya bukan tanpa risiko. Dia sadar penyakit kelamin bisa kapan saja menyerang. Dia juga takut suatu saat penyakit itu melumpuhkan kekuatan tubuhnya.


"Makanya, tiap bulan selalu ke dokter. Mahal, sih, sekali periksa bisa keluar biaya Rp 200.000. Namun, tidak apa-apa, daripada kena penyakit macam-macam," kata dia.


Dia juga selalu menyiapkan beberapa kondom bagi para tamu meski pada akhirnya keputusan untuk menggunakan pengaman ada di tangan tamu dan kebanyakan tamu memilih tak menggunakannya dengan macam-macam alasan.


Selain itu, N berusaha menangkal penyakit dengan mengonsumsi antibiotik tiap hari. Ia tidak tahu penggunaan obat antibiotik yang tidak sesuai indikasi dan aturan akan merusak hati.


Sisi gelap lain di sisi lain kawasan Jakarta Utara, sebuah kolong jembatan yang pada siang hari hanya dihuni seorang perempuan tua dan tumpukan jala nelayan berwarna kehitaman menjadi saksi kegiatan prostitusi tersembunyi.


Pada malam hari puluhan perempuan mendatangi kolong jembatan di wilayah Cilincing itu untuk menawarkan jasa seks, salah satunya adalah Y (34), perempuan asal Painan.


Setiap malam menjelang, suami Y, seorang nelayan yang beberapa bulan terakhir menganggur karena laut sedang tidak ramah, mengantar dia ke kolong jembatan untuk menjual jasa seks kepada pria-pria iseng.


Dalam kegelapan kolong, perempuan beranak dua itu bergabung dengan kerumunan laki-laki tua-muda serta perempuan-perempuan lain yang sebagian besar mengenakan celana pendek dan kaus ketat.


Temaram lampu minyak penjual kudapan dan udara malam yang mengaduk bau amis jala, amonia, serta macam-macam keringat dan parfum menemani para perempuan menebar pesona, berusaha menarik perhatian para calon penyewa tubuh.


Perempuan itu duduk di antara jala atau lantai beralas tikar bersama para lelaki, sepertinya mengobrol. Setelah beberapa saat, seorang laki-laki dan perempuan berdiri lantas berjalan ke arah antrean pasangan di depan sebuah tenda terpal yang tampaknya menjadi tempat pemberian layanan.


Y, yang tiba di kolong sekitar pukul 22.00 WIB, mengaku sudah melayani dua tamu pada pukul 02.00 WIB. Ia hanya hanya mendapat uang Rp 50.000 dari dua tamu dan Rp 10.000 di antaranya harus dibayarkan kepada pemilik persewaan tenda.


"Biasanya satu tamu Rp 30.000 sampai Rp 35.000. Ini lagi sepi, pada enggak ada duit, jadi tawaran segitu terpaksa diambil juga daripada enggak dapat duit," kata dia.


Saat sang suami menganggur, Y harus mendapatkan uang untuk membayar sewa kamar kos Rp 250.000 per bulan serta biaya lain untuk bertahan hidup.


"Kalau tidak, bagaimana kami mau makan dan bayar sewa kamar," katanya.


Tidak seperti N, perempuan yang sejak dua tahun lalu menjadi penjual jasa seks di kolong jembatan dan belum berniat mencoba pekerjaan lain itu tidak terlalu menghiraukan penyakit menular seksual.


Dia mengaku tak pernah sakit. "Paling cuma gatal-gatal," katanya.


Dia tidak pernah menyiapkan kondom, bahkan tidak mau tamunya menggunakan kondom dengan alasan "tidak enak".


Hanya sesekali, saat merasa kesehatannya terganggu, Y mengonsumsi antibiotik atau menggunakan bahan lain yang dia pikir bisa membunuh kuman dan menghilangkan gangguan.


"Selama ini tidak pernah sakit, sih, soalnya tiap hari pulang dari sini selalu dibersihkan pakai odol supaya kuman-kuman pada mati. Kalau gatal-gatal, biasanya minum Amoxicilin atau Supertetra langsung sembuh," katanya.


Beberapa meter dari kolong jembatan gelap tempat Y bekerja, kafe-kafe dan tempat karaoke berhias gemerlap lampu aneka warna berdiri berderet, memutar bermacam lagu dangdut dengan volume tinggi memekakkan telinga secara bersamaan.


Perempuan-perempuan dengan riasan muka, yang kebanyakan mengenakan celana sepanjang satu setengah jengkal dan kaus tanpa lengan, duduk di kursi-kursi plastik di depan kafe dan tempat karaoke; beradu daya tarik demi mendapatkan uang dari pria-pria hidung belang pencari jasa seks.


"Lihat betapa muda-mudanya mereka," kata Baby saat melewati deretan bangunan yang pada siang hari hanya tampak seperti rumah-rumah papan kecil di antara permukiman nelayan yang padat dan kumuh, dengan tali penuh jemuran baju setengah kering di antaranya.


Pemandangan serupa terlihat di sebuah perkampungan yang ada di bagian lain wilayah Cilincing, tak jauh dari perairan berwarna kelam penuh sampah tempat nelayan mengistirahatkan perahu.


Di sana, sekitar 100 bangunan kafe dan tempat karaoke dengan gemerlap lampu warna-warni berdiri di antara rumah penduduk yang ada di dua kompleks rukun tetangga.


Sabtu malam, pukul 24.00 WIB, beberapa anak masih berlarian di gang kecil yang memisahkan dua deretan kafe dan tempat karaoke.


Macam-macam lagu dangdut yang diputar bersamaan dengan sangat kencang hingga menyakitkan telinga manusia membuat suasana riuh, menenggelamkan alunan merdu suara penyanyi dangdut Caca Handika yang mendendangkan lagu cinta.


Namun, keriuhan itu tak mengurangi aura muram yang mulai menyelimuti perkampungan itu saat rintik hujan turun dan kemudian menjadi deras.


Di teras sebuah tempat karaoke, beberapa perempuan muda berpakaian minim berusaha menikmati malam yang suram dengan berjoget diiringi riuh lagu dangdut sambil bersendau gurau.


Beberapa laki-laki bergabung, yang lain hanya duduk menyaksikan dari dalam ruangan dengan lampu-lampu temaram.


"Semua orang sudah tahu kalau ini tempat begituan, saya sering disuruh antar tamu dari pelabuhan ke sini," kata Sony, seorang tukang ojek yang mangkal di salah satu sudut Kota Jakarta Utara.







sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7081561

Selasa, 25 Oktober 2011

[hot]jalur rel kereta api paling aneh di dunia


Ini adalah salah satu koleksi langka dari beberapa rute kereta api luar biasa di seluruh dunia. Bila kita membayangkan bagaimana sang fotografer mengambil foto-foto itu, pasti ikut merasakan ketegangannya.


Spoiler for FOTO:


Spoiler for FOTO:



Spoiler for FOTO:


Spoiler for FOTO:


Spoiler for FOTO:


Spoiler for FOTO:


Spoiler for FOTO:


Spoiler for FOTO:

nihh gann contoh yang ada di dunia kita cekidot gann


REL KERETA API DI SUMATERA BARAT



Spoiler for FOTO:

REL KERETA API DI JAKARTA



Spoiler for FOTO WAJAH KERETA API DI INDONESIA:



KALO DI INDONESIA YANG EKSTREM PENUMPANGNYA











sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10939329

Penampakan Lokomotif dengan corak & logo baru PT. KAI

Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan logo baru dalam mewarnai peringatan PT Kereta Api Indonesia ke-66 di Kota Bandung, Rabu (28/9/2011).

Penyerahan logo baru PT.KAI dilakukan Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanti Widayatin kepada Dirut PTKA Ignatius Jonan menandai diresmikannya logo dan lagu baru sebagai corporate identity PTKA.


“Nilai integritas adalah hal yang tak bisa ditawar lagi, begitu pula keselamatanmerupakan hal yang tidak dikompromikan. Hari ini bukan sekedar mengganti logo lama namun lebih utama adalah perubahan nilai dan perilaku insan PTKA dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Ignasius.


Logo baru PTKA yang akan menjadi identitas baru BUMN itu terdiri dari tiga garis melengkung yang melambangkan dinamis, dua garis warna orange melambangkan proses pelayanan prima bagi pelanggan.


Sementara itu anak panah warna putih melambangkan nilai integritas sedangkan satu garis warna biru di bawahnya melambankan semangat inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders.

Spoiler for CC20330:


Tampak sedang di cat Logo baru PT. KAI


Spoiler for CC20412:

Tampak depan


Spoiler for CC20412 long hood:


CC204 08 05 tampak dari samping


saya tetap dukung aja ..dari pada bengong tak terima .... tapi tetap semngat untuk indonesiaku .....



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=521674735#post521674735

Cara Membedakan Wajah Orang China,Jepang dan Korea

Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyain ama temen ane
:gimana sih cara ngebedain orang Jepang,orang Korea dan orang China ?

setelah googling beberapa saat ane dapet penjelasan sebagai berikut


Spoiler for jepang:


Orang Jepang cenderung memiliki struktur wajah oval bermata besar dan hidung yang lebih jelas. Wanita Jepang sering memakai make up tebal memberikan kesan warna kulit putih pucat.


Spoiler for china:


Orang Cina cenderung memiliki wajah bulat daripada orang Korea dan Jepang. Cina adalah negara multi-etnis besar tak seperti Korea dan Jepang (yang lebih etnis homogen) sehingga lebih sulit untuk membedakan atau mengeneralisasi.


Spoiler for korea:


Orang Korea cenderung memiliki wajah menyanjung dengan tulang pipi tinggi / persegi dan mata kecil dengan kelopak mata tunggal


Tingkat keberhasilan akan meningkat ketika agan mengamati indikator lain seperti nama, bahasa, perilaku,gaya rambut, dan pakaian. Menurut studi ilmiah ras Asia Timur dan Kaukasia lebih mudah diidentifikasi oleh fitur wajah mereka daripada yang lain.






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6966312

Menegangkan !!! Aparat RI arahkan senjata ke Heli Aparat Malaysia.

Jakarta - Drama menegangkan terjadi antara aparat penjaga laut Indonesia dan Malaysia setelah aparat Indonesia menangkap dua kapal nelayan negeri jiran. Namun karena Malaysia 'menahan diri' alhasil hal yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu kemarin dan dilansir The Star edisi Minggu (10/4/2011). Malaysia bersikeras menyebut nelayan itu berada di perairan negeri tersebut, tidak melanggar batas.

Kementerian Pertahanan Malaysia menuturkan, perahu nelayan itu berada sekitar 25 mil laut dari perbatasan Malaysia-Indonesia ketika mereka ditangkap oleh aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia yang sedang berpatroli.

"Begitu mendapatkan laporan (penangkapan itu), empat helikopter Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dan Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) dikirim ke laut untuk mencari perahu nelayan itu," tulis Kementerian Pertahanan (Kemhan) Malaysia dalam statemennya.

Dua perahu nelayan dari Hutan Melintang di Perak kemudian terlihat bergerak menuju perbatasan, dikawal oleh kapal otoritas maritim Indonesia.

"Aparat APMM menggunakan pengeras suara mengintruksikan otoritas Indonesia untuk melepaskan perahu-perahu itu karena mereka masih berada di perairan Malaysia, namun perintah itu diabaikan," ujarnya.

"Aparat Indonesia dari atas perahu mengarahkan senjatanya ke heli-heli ketika mereka (heli-heli, red) berusaha mencegah mereka (aparat Indonesia) melewati perbatasan," sambungnya.

Otoritas Malaysia tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap perahu aparat Indonesia untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Perahu nelayan Malaysia itu dibawa melintasi perbatasan sekitar pukul 15.50.



Mantap !!!


Gitu donk.. kalo mereka macam2 kita arahkan saja senjata kita ke jidat mereka biar kapok !!!

Kalo perlu kita hajar ama "Bom Sejuta Umat" kita made in Indonesia biar nyaho tuh Malingshit !!!

























Warning :


Gunakanlah bom ini seperlunya, ikuti cara pemakainnya karna sekali meledak satu kampung eh satu rumah bisa lenyap gan !!!


Jgn di taruh sembarangan karna bisa berurusan dgn TIM GEGANA, jauhkan dari jangkauan anak2.

Waspadalah dan waspadalah !!!





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7884136